masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bekasi terus menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat literasi masyarakat. Sejak dibangun pada tahun 2018, gedung ini menjadi ruang edukasi yang ramai dikunjungi pelajar, mahasiswa, hingga anak-anak yang ingin menambah wawasan melalui buku dan berbagai fasilitas yang tersedia.
Berlokasi di Blok G, Jalan Villa Mutiara Cikarang 2 No.5, bangunan perpustakaan berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.640 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai.
Salah satu daya tarik utama gedung perpustakaan ini adalah desain arsitekturnya yang unik dan modern. Pada bagian atap lantai tiga, bangunan dirancang menyerupai buku yang sedang terbuka. Sementara bagian depan gedung dibuat seperti susunan buku, menciptakan identitas visual yang khas dan mudah dikenali masyarakat.
Saat awak media menyambangi lokasi, suasana perpustakaan terlihat hidup dan penuh aktivitas. Sejumlah pelajar tampak serius membaca buku, sementara anak-anak memanfaatkan area baca dan bermain dengan antusias. Kehadiran pengunjung dari berbagai kalangan menandakan tingginya minat masyarakat terhadap fasilitas literasi yang disediakan pemerintah daerah.
Menurut Rizal selaku Koordinator Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi, tingkat kunjungan masyarakat cukup tinggi, terutama dari kalangan siswa dan anak-anak.
“Tadi pagi saja kami mendapatkan kunjungan sekitar 60 sampai 61 pelajar dari sekolah sekitar sini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa mayoritas pengunjung masih berasal dari wilayah Kabupaten Bekasi. Ia juga menyebutkan tersedia beberapa ruangan khusus, seperti ruang anak-anak, ruang bahasa Inggris, serta area bermain. Namun, dua lantai gedung saat ini belum difungsikan karena adanya kendala kebocoran dan pertimbangan keamanan.
“Dikhawatirkan plafonnya jebol, sehingga untuk sementara belum digunakan,” ungkapnya.
Ia berharap lantai dua dapat segera difungsikan kembali mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat. Menurutnya, area tersebut sangat potensial untuk menambah kapasitas layanan serta memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang datang.
Keberadaan perpustakaan ini diharapkan terus menjadi ruang belajar yang nyaman, inklusif, dan inspiratif bagi masyarakat. Selain itu, fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendorong budaya membaca di tengah perkembangan era digital saat ini," tutupnya (Catur Sujatmiko)




