-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Kadinkop Bekasi Beberkan 4 Program Nyata Pemberdayaan UMKM: Ada yang Sudah Ekspor

    trilokanews
    Kamis, Juli 16, 2026, 00.47 WIB Last Updated 2026-07-15T17:47:41Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     


    Kabupaten Bekasi - Ttiloka news - komfirmasi   media triloka  news

    Terkait  UMKM Kabupaten Bekasi,  program pemberdayaan yang paling nyata dirasakan anggota koperasi dan pelaku UMKM kecil di tengah kondisi ekonomi saat ini. Mulai dari pembinaan, fasilitasi izin, akses pasar, hingga digitalisasi marketing.16/07/2026



    Kepala dinas koprasi  Hasanbasri menjawab  dan  menjelaskan bahwa Dinas Koperasi fokus membina UMKM skala mikro dan kecil.


    "Program pemberdayaan UMKM di Dinas Koperasi ada pembinaan, pelatihan, dan pendampingan. Alhamdulillah ada UMKM kita produknya seperti kecap yang sudah ekspor ke luar negeri. Itu artinya UMKM kita sudah naik kelas," ujarnya.


    Ia menambahkan, untuk skala industri besar pembinaannya berada di Dinas Perindustrian. Sementara Dinas Koperasi fokus pada usaha mikro.


    1. Fasilitasi Legalitas dan Perizinan*

    Dalam rangka penguatan usaha, Dinas menjalankan program pendampingan pengurusan legalitas. 

    "Ada program untuk pengurusan perizinan seperti NIB. Jika UMKM ini punya brand atau merek, maka harus mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HKI)," jelas Hasan.


    Untuk produk makanan dan minuman, Dinas juga memfasilitasi pengurusan sertifikasi halal. 

    "Kondisi UMKM yang sudah kita bina ini diantaranya mereka sudah mandiri dan punya produk. Nanti kita fasilitasi. Kalau belum punya izin, harus urus izinnya dulu. Kalau produk makanan harus urus sertifikasi halal," tambahnya.


    2.  Pembukaan Akses Pasar

    Dinas Koperasi aktif membuka akses pasar agar produk UMKM bisa lebih luas penjualannya.


    "Kita biasanya mengajukan produk UMKM ini ke Indomaret dan itu setiap tahun ada. Nanti dari UMKM ini kita seleksi, lalu dari Indomaret dilakukan akurasi. Berapa UMKM yang masuk, berapa produk yang akan dipajang di Indomaret," ungkapnya.


    Selain ritel modern, produk UMKM binaan juga difasilitasi untuk tampil di mall dan plaza seperti Jababeka dan Grand Wisata.


    Mengingat Kabupaten Bekasi adalah daerah industri, Dinas juga mendorong produk UMKM masuk ke koperasi karyawan.

    "Kita ingin di setiap industri ada UMKM makanan dan minuman yang bisa masuk ke koperasi industri karyawan. Kita sudah fasilitasi agar produk UMKM bisa tampil dan dijual di sana," ujarnya.


    3.  Penguatan Kapasitas dan Digitalisasi

    Menyadari keterbatasan tenaga dan permodalan UMKM, Dinas menggandeng perguruan tinggi untuk penguatan kapasitas.


    "Kita sudah kerjasama dengan Universitas Pelita Bangsa, TSB, dan Institut PIAMI. Kita minta dibuatkan program kerjasama bagaimana UMKM ini mengerti digitalisasi marketing. Program itu sudah pernah dilaksanakan di TSB BII Tambun Selatan," katanya.


    Pendampingan juga menyasar packaging agar produk lebih menarik. 

    "Bagaimana packaging-nya, tampilan luarnya supaya menarik untuk dijual dan dapat kepercayaan konsumen. Tampilannya harus bagus dan rapi. Jadi kita melakukan pendampingan digitalisasi marketing," pungkasnya.



    Dengan 4 pilar program tersebut, Dinas Koperasi berharap UMKM di Kabupaten Bekasi semakin mandiri, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar lokal hingga ekspor. Ujarnya 


    `

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini