masukkan script iklan disini
trilokanews.com - KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memperkuat pengawasan kualitas pembangunan infrastruktur. UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi kini resmi mengantongi akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Capaian tersebut bukan sekadar tambahan sertifikat administratif. Akreditasi ini menjadi penanda bahwa proses pengujian material konstruksi di Kabupaten Bekasi telah mendapatkan pengakuan kompetensi dan standar mutu secara resmi.
Informasi tersebut disampaikan DSDABMBK Kabupaten Bekasi melalui akun Instagram resminya.
Dalam unggahannya, DSDABMBK menyebut akreditasi KAN memastikan proses pengujian di laboratorium dilakukan secara independen, presisi, dan mengacu pada standar mutu nasional.
Berbagai material konstruksi dapat diuji di laboratorium tersebut, mulai dari uji kuat tekan beton, pengujian aspal, hingga material tanah yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi.
Dengan adanya pengakuan akreditasi tersebut, hasil pengujian laboratorium memiliki dasar kompetensi teknis yang lebih kuat dan dapat menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas material yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur.
Akreditasi laboratorium memiliki arti penting dalam rantai pengawasan pembangunan. Sebab, kualitas sebuah jalan, jembatan maupun saluran air tidak hanya ditentukan oleh desain dan pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga oleh kualitas material yang digunakan.
Pengujian yang dilakukan secara terukur menjadi salah satu instrumen untuk memastikan material memenuhi persyaratan teknis sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi.
DSDABMBK menegaskan, legalitas dan kompetensi teknis yang telah diakui secara resmi tersebut membuat hasil pengujian laboratorium memiliki kepastian hukum serta validitas yang lebih kuat.
Langkah itu sekaligus mempertegas posisi laboratorium pemerintah daerah sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu pembangunan.
Uji Material Jadi Garda Depan Kualitas Infrastruktur
Di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur Kabupaten Bekasi yang terus berkembang, keberadaan laboratorium terakreditasi menjadi semakin strategis.
Jalan yang dibangun dengan material berkualitas buruk berpotensi lebih cepat mengalami kerusakan. Begitu pula jembatan maupun saluran air yang materialnya tidak memenuhi standar dapat berdampak terhadap umur layanan dan keselamatan infrastruktur.
Karena itu, pengujian material bukan perkara teknis semata. Di balik setiap sampel beton, aspal dan tanah yang diuji, terdapat tanggung jawab pemerintah untuk memastikan anggaran pembangunan menghasilkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Akreditasi KAN pun dapat menjadi benteng awal pengendalian mutu, sebelum sebuah proyek infrastruktur berdiri dan digunakan masyarakat.
Namun, pengakuan akreditasi juga membawa konsekuensi terhadap peningkatan profesionalisme dan transparansi. Standar pengujian yang telah diakui harus dijaga konsistensinya dalam setiap proses pemeriksaan material.
Dengan demikian, akreditasi tersebut tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi budaya kerja yang mengutamakan kualitas, independensi dan akurasi.
Pada akhirnya, Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil Kabupaten Bekasi Mariam angkat bicara ia mengatakan warga membutuhkan lebih dari sekadar jalan, jembatan atau saluran air yang selesai dibangun. Mereka membutuhkan infrastruktur yang kokoh, aman, memiliki umur layanan yang baik, dan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.
Akreditasi KAN terhadap UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi DSDABMBK Kabupaten Bekasi menjadi salah satu langkah penting menuju tujuan tersebut.
Kini, tantangannya adalah memastikan standar yang telah diperoleh itu benar-benar menjadi garda terdepan pengawasan mutu setiap proyek infrastruktur di Kabupaten Bekasi.
Reporter Catur Sujatmiko




