masukkan script iklan disini
trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Ada yang berbeda dalam kampanye akbar calon Kepala Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Di tengah momentum perebutan suara warga, calon kepala desa nomor urut 1, H. Damin HR, S.I.P., justru memilih menggelar kampanye di kediamannya dengan mengusung kegiatan doa bersama, sosial dan tausiyah.
Kampanye yang berlangsung pada Senin (14/9/2026) di Kampung Darakosta, Kebun Kelapa, Desa Sukadanau, itu dikemas dengan tema “Berbagi, Menebar Berkah untuk Masa Depan Mereka.”
Bukan konvoi kendaraan atau pengerahan massa di jalan, H. Damin memilih berbagi kepada sekitar 600 anak yatim dan dhuafa yang telah terdata melalui kupon yang dibagikan panitia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tim pemenangan dan simpatisan. Unsur keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga terlihat membantu menjaga kegiatan agar berlangsung tertib dan kondusif.
Bagi H. Damin, kampanye bukan sekadar panggung untuk menyampaikan janji politik. Momentum tersebut juga dapat menjadi ruang untuk berbagi sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.
“Hari ini memang hak kami untuk melakukan kegiatan kampanye akbar dan kampanye yang lain. Kami sepakat bahwa para calon kepala desa melaksanakan kampanye,” ujar H. Damin saat ditemui awak media.
Ia mengatakan, tema berbagi dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa di tengah pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa.
“Tema yang kami ambil hari ini adalah berbagi, menebar berkah untuk masa depan mereka, sambil melaksanakan kampanye akbar di kediaman kami sebagai salah satu calon kepala desa di Sukadanau,” katanya.
Tak Ingin Kampanye Ganggu Pengguna Jalan
H. Damin juga menyoroti model kampanye yang berpotensi menggunakan ruas jalan secara berlebihan. Menurutnya, kampanye dengan cara berkeliling atau konvoi justru dapat menimbulkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, ia mengaku lebih memilih berkampanye di satu lokasi, yakni kediamannya sendiri.
“Intinya kami mohon semua masyarakat pemilih supaya dalam keadaan kondusif. Tentunya saya lebih bergembira kampanye akbar ini dilakukan dalam satu lokasi, yaitu di rumah saya,” ujarnya.
Menurutnya, kampanye yang dilakukan dengan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain perlu dipertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan.
“Kalau kampanye berkeliling-keliling, saya juga kurang sepakat karena akan mengakibatkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan yang lainnya,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi panitia pemilihan kepala desa Sukadanau yang mengarahkan masing-masing calon untuk melaksanakan kampanye di kediamannya.
“Kami bersyukur kepada tim panitia penyelenggara pemilihan calon kepala desa di Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat yang sudah mengarahkan kampanye dilakukan di kediaman masing-masing,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 600 anak yatim dan dhuafa menerima bingkisan.
H. Damin menyebut angka tersebut berdasarkan data yang dimiliki serta jumlah kupon yang telah dibagikan kepada penerima.
“Sesuai data yang kami punya dan sesuai kupon yang kami bagikan, sebanyak 600 anak yatim dan dhuafa,” ungkapnya.
Jika Terpilih, H Damin Bidik BLK dan Serapan Tenaga Lokal
Tak hanya berbicara soal kegiatan sosial, H. Damin juga menyampaikan salah satu program yang menjadi gagasan utamanya apabila dipercaya masyarakat memimpin Desa Sukadanau.
Ia ingin membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di tingkat desa dengan menggandeng perusahaan-perusahaan besar yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Nama perusahaan seperti Indofood dan Coca-Cola disebut sebagai bagian dari perusahaan yang diharapkan dapat diajak bekerja sama.
Menurutnya, peningkatan keterampilan warga menjadi penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan pencari kerja dari luar daerah.
“Saya juga ingin menerapkan balai latihan kerja di Desa Sukadanau dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang besar seperti Indofood, Coca-Cola, karena tenaga kerja kita supaya memiliki daya saing dengan orang-orang luar,” tuturnya.
Selain meningkatkan keterampilan, ia juga berkomitmen melakukan pendekatan persuasif kepada perusahaan agar tenaga kerja lokal mendapatkan prioritas kesempatan kerja.
“Kita pun akan persuasif melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan supaya tenaga lokal diutamakan,” katanya.
Soroti Pengelolaan Dana Desa: Harus Sesuai Pagu
Dalam kesempatan itu, H. Damin juga menyinggung pentingnya pengelolaan Dana Desa yang disiplin dan sesuai dengan peruntukannya.
Ia menilai anggaran desa tidak semestinya digunakan keluar dari jalur yang telah ditetapkan dalam pagu anggaran.
“Kami rasa semua sepakat bahwa Dana Desa itu turun sesuai dengan pagu. Artinya, dengan pagu itu apa yang harus dikerjakan, kita tidak bisa keluar jalur atau rel,” ujarnya.
Menurut dia, setiap alokasi anggaran telah memiliki peruntukan masing-masing, termasuk pembangunan maupun pengerasan jalan.
“Pagu itu sudah dibakukan. Anggaran ini untuk pengerasan jalan dan sebagainya, itu sudah ada pagunya. Jadi kalau kita bekerja tidak sesuai rel, itu akan bahaya,” katanya.
Ia menegaskan, penggunaan anggaran harus berdasarkan kebutuhan dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Walaupun uang disalurkan, karena itu bukan kebutuhan, kita dianggap menyalahi penggunaan,” tegas H. Damin.
Bagi penerima, bantuan tersebut bukan sekadar pelengkap acara kampanye. Bingkisan itu dinilai cukup membantu kebutuhan keluarga sehari-hari. Salah satunya, Arya, anak yatim yang hadir bersama ibunya, mengaku bersyukur mendapatkan bingkisan tersebut.
“Alhamdulillah anak saya dapat bingkisan dan bingkisan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar ibu Arya.
Ia menyebut bingkisan yang diterimanya berisi sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari minyak goreng, gula pasir, susu krimer hingga nasi box.
“Alhamdulillah, sudah kami terima,” katanya
Kampanye akbar H. Damin HR tersebut pun ditutup dengan kegiatan berbagi dan tausiyah.
Reporter Catur Sujatmiko




