CIBITUNG, TRILOKA NEWS - Bayangkan 1 orang petugas kesehatan harus melayani sekitar 3.000 warga. Itulah potret Puskesmas Wanasari di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Padahal Kelurahan Wanasari tercatat sebagai wilayah paling padat di Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk mencapai 100.000 hingga 122.000 jiwa. Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan di Puskesmas Wanasari kewalahan.
Seorang oknum pegawai Puskesmas Wanasari inisial Y mengeluhkan kondisi gedung dan minimnya tenaga kesehatan. Menurutnya, bangunan Puskesmas sudah tua dan kurang luas.
"Bangunannya sudah tua dan kurang lega. Lantai 3 naik turun bikin kaki pegal," ujar Y kepada Triloka News, Kamis
Total pegawai Puskesmas Wanasari saat ini berjumlah 48 orang termasuk cleaning service. Namun 5 orang diantaranya dibantukan ke Pustu di wilayah Kelurahan Wanasari.
"Jadi pegawai Puskesmas ada 41 dari 49. Kita benar-benar kualahan dalam pelayanan kurang pegawai," katanya..harus di tambah 44 orang lagi.ujarnya
Dengan jumlah petugas terbatas, Puskesmas Wanasari harus melayani 100 hingga hampir 200 pasien setiap hari.
"Sehari itu yang kemarin aja 135, jadi antara minimal itu 100. Bisa hampir 200 orang," ungkapnya.
Akibatnya antrian menumpuk. Bahkan ada pasien yang baru bisa dilayani keesokan harinya.
"Yang daftar dari pagi aja jam 2 besok belum beres. Jadi kita tidak terima pasien dulu, karena ini yang pagi belum selesai," jelasnya.
Selain kekurangan SDM, kendala lain adalah sistem aplikasi yang sering tidak bisa diakses. Petugas terpaksa melayani secara manual untuk kasus darurat.
"Di aplikasi Pak, jadi kayak screening ke sekolah harus di input, screening pasien harus di input. Kalau sistemnya gak bisa masuk, jadi kalau yang darurat kita tetap terima tapi manual," jadj lama .ujarnya.
Jam operasional Puskesmas juga terbatas. Pelayanan dibuka pukul 08.00-12.00 WIB, istirahat jam 12.00-13.00 WIB, lalu dilanjutkan untuk pelayanan darurat.




