-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

    Diduga Jadi Surganya Pelangsir Pertalite, Motor PCX Keluar-Masuk SPBU Berkali-kali

    trilokanews
    Senin, Juli 20, 2026, 20.12 WIB Last Updated 2026-07-25T14:36:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    trilokanews.com  - Kabupaten Bekasi - Pemerintah telah resmi memberlakukan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan subsidi energi tepat sasaran, menjaga kuota distribusi, serta mencegah penyalahgunaan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

    Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang patut menjadi perhatian. Di SPBU Nomor 34.xxx.xx yang berlokasi di Kampung Bulak Lebar, Desa Banjarsari, Kabupaten Bekasi, awak media menemukan dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi yang dilakukan secara terang-terangan dengan modus pengisian berulang menggunakan kendaraan roda dua.

    Berdasarkan hasil investigasi di lapangan pada Minggu (19/7/2026), sejumlah pengendara sepeda motor matik jenis Honda PCX terlihat keluar-masuk area SPBU hingga tiga sampai empat kali dalam kurun waktu kurang dari satu jam untuk mengisi BBM jenis Pertalite.

    Aktivitas tersebut memunculkan dugaan kuat adanya praktik pelangsiran BBM bersubsidi yang berpotensi menghambat masyarakat penerima manfaat memperoleh haknya atas BBM subsidi.

    Tak hanya itu, tim awak media juga menemukan sebuah lokasi yang diduga dijadikan tempat penampungan atau penimbunan BBM yang berada sekitar 15 hingga 25 meter dari area SPBU. Temuan tersebut semakin menguatkan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.

    Jika dugaan praktik pelangsiran ini terbukti, maka bukan hanya melanggar ketentuan penyaluran BBM subsidi, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara serta mencederai tujuan pemerintah dalam menyalurkan subsidi energi secara tepat sasaran.

    Saat dikonfirmasi terkait aktivitas pengisian BBM yang dilakukan secara berulang, Pengawas SPBU bernama Ruli mengaku dirinya hanya bertugas sebagai pekerja lapangan dan tidak memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan operasional SPBU.

    "Saya di sini hanya pekerja (Pengawas ). Pembeli Pertalite warga sini. Pemilik di sini PT Kumala Gading Prima, dia ada di Kelapa Gading. Dia jual sparepart-sparepart SPBU, kebetulan dia punya alat-alat operator," ujar Ruli kepada awak Minggu 19 Juni 2026.

    Ruli menjelaskan, operasional SPBU berlangsung selama 16 jam setiap hari dan dirinya hanya menjalankan tugas pengawasan di bawah koordinasi manajemen SPBU.

    "Saya di sini sebagai pengawas lapangan, jadi saya juga ada pimpinan selaku manager. Pihak manager saya juga meminta solusi dari bapak-bapak sekalian, karena ada laporan dari pihak keamanan bahwa ada awak media yang mau konfirmasi terkait pengisian BBM Pertalite menggunakan motor yang bolak-balik mengisi," ungkapnya.

    Menurutnya, pihak manajemen menyebut sebagian besar konsumen merupakan warga sekitar yang telah menjadi pelanggan tetap SPBU tersebut.

    "Bos saya mengatakan hampir dominan 90 persen pembelinya warga sekitar," katanya.

    Ruli juga menyampaikan bahwa motor Suzuki Thunder telah diblokir dalam sistem tertentu, sementara pasokan BBM Pertalite dari Pertamina setiap harinya berkisar antara 13 ribu hingga 16 ribu liter.

    "SPBU ini kan di kampung. Kalau motor Suzuki Thunder sudah diblokir. Satu hari pengisian BBM dari Pertamina tidak sampai 16 ribu liter, kadang 13 ribu liter per hari dan terkadang ada 3 ribu liter yang menjadi stok untuk dijual besoknya," jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa seluruh pengaturan operasional SPBU berada di bawah kewenangan pihak manajemen.

    "Yang mengatur manager dan Pak Andre. Intinya poin yang disampaikan bapak-bapak yang disampaikan oleh keamanan dan pimpinan saya itu berdekatan dengan warga dan pelanggan kita juga," tutupnya.

    Tak berhenti di situ, di lokasi yang terpisah, awak media juga mendapati sebuah mobil pick up Suzuki Carry Futura 1.300 cc yang tengah melakukan penyedotan BBM jenis Pertalite. Ketika ditanya mengenai tujuan penyedotan BBM tersebut, pengemudi secara terbuka mengaku bahwa BBM yang dibelinya akan dijual kembali.

    "Iya, ini Pertalite untuk dijual sendiri," ujarnya singkat kepada awak media.

    Reporter Miko

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini