KABUPATEN BEKASI, TRILOKA NEWS - Kebutuhan industri akan tenaga kerja terampil di Kabupaten Bekasi berbenturan dengan keterbatasan Balai Latihan Kerja (BLK). Hal itu terungkap saat forum Kolaborasi Strategis Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Nuansa, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026).
Dalam forum yang dihadiri Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BPS itu, perwakilan PT Raja Paksi Garuda secara langsung mengadukan masalahnya kepada Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli.
"Kami akan ada balaspanas. Kadang kami memerlukan tenaga kerja kurang lebih 700 orang. Saat kami mempersiapkan dan sudah menghubungi BLK untuk mencari tenaga kerja yang sesuai, ternyata ketersediaan tenaga kerja di sana tidak ada," ujar perwakilan perusahaan.
Perusahaan berharap ke depan BLK bisa menyediakan lulusan baru yang siap pakai, seiring kebutuhan industri yang terus bertambah.
*DISNAKER: ANGGARAN TERBATAS, KITA AKALI DENGAN KUOTA PUSAT*
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Ida Farida, membenarkan adanya keterbatasan. Ia mengatakan pihaknya terus memobilisasi masyarakat untuk pelatihan dan menjalin komunikasi dengan sekolah SMA/SMK, BKK, dan KCD agar lulusan sesuai kebutuhan industri.
"Kita sudah lakukan secara bertahap. Memang tidak mengkhususkan satu kelas untuk 20 orang Bekasi, tapi kuota untuk orang Bekasi di pelatihan nasional tetap kita masukkan," jelasnya.
Ida juga blak-blakan soal anggaran.
"Jujur anggaran BLK kita belum ada. Kalau pun ada, belum dilaksanakan di triwulan ketiga ini. Fiskal kita sangat terbatas," katanya.
Untuk menyiasati, Disnaker Bekasi memilih pola sinergi. Pemkab menyiapkan SDM, Kementerian dan Provinsi Jawa Barat yang menyediakan pelatihannya.
"Kemarin perwakilan Kabupaten Bekasi ikut pelatihan provinsi dan alhamdulillah dapat yang terbaik. Mereka langsung direkrut perusahaan. Di setiap event pelatihan baik nasional maupun provinsi, selalu kita minta kuota untuk Kabupaten Bekasi," pungkasnya.
Pertemuan SE 2026 ini menjadi sinyal bahwa sinergi pusat-daerah-industri harus diperkuat agar kebutuhan 700 tenaga kerja seperti yang disampaikan PT Raja Paksi Garuda tidak lagi mentok di BLK.
Reporter: Triloka News




