-->
  • Jelajahi

    Copyright © trilokanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Atas 2

     


    Iklan Atas 1

     



    Pilkades Bukan Perang Saudara, Plt Bupati Bekasi Tegaskan: Menang Jangan Jumawa, Kalah Harus Berjiwa Besar

    trilokanews
    Sabtu, September 12, 2026, 08.11 WIB Last Updated 2026-09-12T01:11:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Foto Istimewa 
    trilokanews.com - Kabupaten Bekasi - Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kecamatan Setu memasuki tahapan penting. Di tengah persaingan para kandidat merebut kepercayaan masyarakat, pesan tegas soal menjaga persatuan dan menerima hasil demokrasi disampaikan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.

    Pesan itu disampaikan Asep saat menghadiri Deklarasi Damai Pilkades Serentak Kecamatan Setu yang digelar di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan, Kementerian Pertanian RI, Jumat (11/9/2026).

    Deklarasi tersebut menjadi momentum untuk mengikat komitmen bersama agar pesta demokrasi tingkat desa itu berlangsung aman, tertib, jujur, adil, dan damai.

    Asep mengingatkan seluruh calon kepala desa agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memecah masyarakat.

    Menurutnya, kompetisi politik di tingkat desa seharusnya menjadi ruang bagi setiap kandidat untuk menawarkan gagasan terbaik kepada masyarakat, bukan arena untuk saling menjatuhkan.

    “Bersainglah secara sehat dan bermartabat. Kedepankan visi, misi, serta program kerja. Jangan menggunakan ujaran kebencian atau cara-cara yang dapat memecah persatuan masyarakat,” pesan Asep.

    Ia menegaskan, perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun, persaudaraan dan keamanan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan politik sesaat.

    Sebab, kata dia, Pilkades pada hakikatnya bukan sekadar pertarungan memperebutkan kursi kepala desa. Lebih dari itu, Pilkades merupakan proses memilih sosok yang akan diberi mandat masyarakat untuk memimpin dan membangun desa.

    Menang atau kalah, seluruh calon tetap memiliki tanggung jawab menjaga kondusivitas wilayah.

    Asep juga memberikan penekanan khusus kepada para kandidat agar memiliki kesiapan mental menerima hasil pemilihan.

    Calon yang memperoleh suara terbanyak harus mampu menunjukkan sikap sebagai pemimpin dengan tidak larut dalam euforia kemenangan. Sebaliknya, kandidat yang belum berhasil harus mampu menerima hasil dengan lapang dada.

    “Siapa pun yang terpilih adalah pilihan masyarakat. Karena itu harus didukung bersama. Bagi calon yang belum terpilih, tetap harus berjiwa besar dan bersama-sama membangun desa,” tegasnya.

    Pesan tersebut menjadi penting mengingat persaingan Pilkades kerap tidak berhenti pada hari pemungutan suara. Perbedaan dukungan politik berpotensi terbawa hingga pascapemilihan apabila tidak dikelola secara dewasa.

    Karena itu, deklarasi damai diharapkan bukan sekadar seremoni atau penandatanganan komitmen di atas kertas. Para calon, tim pemenangan, pendukung, dan seluruh elemen masyarakat dituntut membuktikannya dalam sikap dan tindakan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

    Jangan sampai pesta demokrasi untuk memilih pemimpin desa justru meninggalkan perpecahan di tengah masyarakat.

    Pilkades 2026 harus menjadi pertarungan gagasan, bukan pertarungan kebencian. Sebab setelah suara dihitung dan pemenang ditetapkan, seluruh kandidat akan kembali menjadi bagian dari masyarakat yang sama dan memiliki kepentingan yang sama: membangun desa dan menjaga Kabupaten Bekasi tetap aman serta kondusif.

    Reporter: Ipoel 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini