CIBITUNG, TRILOKA NEWS Forum Wartawan Jakarta Indonesia / FWJI Kabupaten Bekasi angkat bicara terkait kondisi memprihatinkan Puskesmas Wanasari, Kecamatan Cibitung.FWJI menilai Dinas Kesehatan dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi telah salah dalam menentukan skala prioritas pembangunan sarana kesehatan.
Ketua FWJI Kab Bekasi mengatakan, Kelurahan Wanasari merupakan wilayah terpadat di Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk 100.000 hingga 122.000 jiwa. Namun fasilitas kesehatannya justru sangat memprihatinkan.
"Dengan 41 pegawai melayani hampir 200 pasien per hari di gedung tua 3 lantai, ini sudah darurat. Sementara kita dengar malah gedung baru dibangun di Banjar Sari yang katanya tanahnya bermasalah," tegasnya.
FWJI menyoroti pernyataan pegawai Puskesmas Wanasari inisial Y yang mengeluhkan antrian pasien sampai tertunda keesokan hari karena kurangnya tenaga dan ruangan.
"Ini bentuk pengabaian negara terhadap hak dasar warga. Masa wilayah paling padat justru paling minim fasilitas. Ini harus jadi perhatian serius Bupati Bekasi," ujarnya.
FWJI mendesak Pemkab Bekasi melalui Dinkes dan Dinkes Ciptakarya untuk segera merealisasikan pembangunan gedung baru Puskesmas Wanasari dan menambah tenaga kesehatan di APBD 2026.
"Jika tidak ada kejelasan dan langkah nyata dalam waktu dekat, FWJI akan melakukan audiensi resmi ke DPRD dan Bupati. Jika perlu kami akan ajak masyarakat untuk turun aksi," pungkasnya.
FWJI juga meminta transparansi terkait anggaran pembangunan Puskesmas Banjar Sari.
"Publik berhak tahu, kenapa yang tanahnya bermasalah bisa dibangun, sementara yang jelas-jelas butuh malah tidak disentuh," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Triloka News masih berupaya mengkonfirmasi Kadis Ciptakarya Beni Sugoarto dan Kadis Kesehatan Kab Bekasi terkait pernyataan FWJI tersebut.
*Reporter: Triloka News*
--




